Bagaimana Menghancurkan Mental Block Kesuksesan

Doa-Mohon-Ampunan Asep Lukman
Doa Mohon Ampunan
28/11/2017
INILAH BUKTI MENGAPA ESQ MPP (Masa Persiapan Pensiun) DIBUTUHKAN OLEH SETIAP CALON PURNA KARYA Apabila karyawan anda merasa cemas, apakah itu karena kecemasan finansial atau kecemasan kerja, maka hal ini akan berpengaruh pada hasil kerjanya. Dalam paparan dari beberapa sumber, kami rangkumkan apa yang bisa terjadi bila kecemasan tersebut terus dibiarkan begitu saja tanpa tertangani : Angela Stinson dari Strayer University, menyampaikan dalam sebuah Jurnal, bahwa saat bekerja, banyak orang yang berhadapan dengan kecemasan dari waktu ke waktu dalam keseharian mereka. Banyak juga orang-orang yang merasakan kecemasan dalam kurun waktu yang lama, namun tidak menyadarinya sampai performa kerjanya menjadi terganggu. Mereka yang menderita kecemasan bisa jadi terlihat bisa bekerja secara normal, karena itulah kecemasan dan stress menjadi tidak bisa dideteksi dan tidak tertangani dengan baik. Orang-orang dengan kecemasan yang tinggi bisa terus melakukan rutinitas mereka dan tidak menyadari efek jangka panjang dari kondisi yang mereka rasakan dan pengaruhnya pada kesehatan dan produktivitas kerjanya. Hal ini sejalan dengan temuan dari Jaffe (2007, dalam Stinson, 2010), yang mengatakan bahwa sebagai hasil dari kecemasan yang seseorang rasakan, akan menurunkan kemampuan seseorang untuk berpikir dengan benar tidak bisa berfungsi secara efektif, dan membuat seseorang menjadi cacat, secara fisik dan emosional. Efek dari Kecemasan terhadap Performa Kerja, dituturkan oleh Jaye Wald PhD, dari Department Psikiatri, di Universitas British Columbia, di Vancouver, Kanada, dalam Buku yang disusun oleh Izabela Z Schultz dan Sally Rogers (2011) dalam buku “Akomodasi kerja dan Retensi, Pengaruhnya terhadap Kesehatan Mental”. Berikut ini adalah dimensi dari performa kerja, yang terdiri dari aspek-aspek yang menjadi terganggu karena adanya kecemasan, sebagaimana dipaparkan oleh Jaye Wald, PhD : - Kehadiran Kesulitan dalam mempertahankan kehadiran secara penuh di kantor, (misalnya karena sakit atau absen). Kesulitan untuk bekerja dalam waktu yang dibutuhkan - Produktivitas Produktivitas menjadi berkurang dan output yang dihasilkan tidak konsisten. Kesulitan menangani beban kerja. Kesulitan dalam menyelesaikan tugas kerja. Meningkatnya kesalahan dan error - Manajemen waktu Kesulitan dalam mengawali, mengatur dan menyelesaikan tugas yang terprogram dalam jadwal. Kesulitan untuk bekerja dalam jadwal yang konsisten untuk waktu yang panjang. Kesulitan saat bekerja di bawah tekanan dan batas waktu - Kognitif : Kesulitan untuk mempertahankan perhatian dan konsentrasi untuk waktu yang panjang, contoh; mudah terganggu oleh stimulus eksternal atau internal, seperti suara-suara dari sekitarnya. Kesulitan dalam memahami petunjuk kerja dan prosedur kerja. Kesulitan dalam mempelajari dan mengingat petunjuk dan prosedur kerja. Kesulitan dalam membagi fokus kerja (contohnya saat harus multi tasking untuk menyelesaikan pekerjaan yang kompleks. Kesulitan dalam membuat keputusan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan - Interpersonal Kesulitan dalam berkomunikasi, berinteraksi dan bersosialisasi dengan atasan, rekan kerja, dan karyawan lain secara umum, (misalnya pada saat menelepon, bertatap muka langsung atau saat mengikuti rapat. Kesulitan dalam menerima dan merespon terhadap feedback, kritik, atau permintaan. Kesulitan dalam mengendalikan emosi dan kemarahannya ditengah-tengah karyawan lain. Kesulitan bekerja bersama orang-orang lain Kesulitan bekerja tanpa pengawasan. Kesulitan dalam meminta bantuan atau mengungkapkan keterbatasan dirinya. - Emosional Kesulitan dalam menghadapi stress yang berkaitan dengan pekerjaannya. Kesulitan dalam mengatasi reaksi emosional orang lain di tempat kerja. Bermasalah saat harus berhadapan dengan situasi yang rumit, tidak bisa diramalkan, atau perubahan di dalam lingkungan kerja. - Fisikal Kesulitan dalam berhadapn dengan berbagai aspek dari lingkungan kerja secara umum dan stimulus yang ada di sekitarnya, seperti gangguan suara, gangguan visual, dan bebauan. Kesulitan dalam mengatasi hal-hal yang berkenaan dengan keamanan pekerjaan dan kewaspadaan yang harus dilakukan secara hati-hati untuk mencegah timbulnya kecelakaan kerja. Kesulitan dalam bergerak dan transportasi, misalnya, saat harus pulang pergi untuk bekerja, atau di tempat kerja, karena ketakutannya yang berhubungan dengan mengemudi, menggunakan transportasi umum, dan saat menggunakan elevator, atau berjalan diluar ruangan. Demikian itulah efek dari kecemasan-kecemasan yang dirasakan oleh para pekerja anda dan bagaimana hal tersebut berpengaruh terhadap performa kerjanya. Kecemasan seringkali dianggap sepele, namun dampak dan pengaruhnya sangat besar. Produktivitas yang menurun, bisa menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bagi perusahaan anda. Dan bukan hanya bagi perusahaan, karyawan yang merasa cemas, bisa melupakan keamanan kerja dan akhirnya mengalami kecelakaan kerja. Untuk mengatasi hal-hal tersebut, anda bisa mengikutkan karyawan anda ke program ESQ MPP yang terbukti bisa menurunkan kecemasan dan membuat produktivitas karyawan anda menjadi lebih baik. INVITE ESQ MPP (Masa Persiapan Pensiun) ke Kantor Anda Untuk PRESENTASI SOLUSI! KUNJUNGI : esqmpp.com EMAIL KAMI : esqmpp@gmail.com Telp : 021-788-48-165 Fax : 021-780-51-18
Mengapa Training Masa Persiapan Pensiun di Butuhkan Perusahaan
27/01/2018

Bagaimana Menghancurkan Mental Block Kesuksesan

Menghancurkan-mental-block Asep Lukman

Asep Lukman – Setiap orang memimpikan kekayaan, kesuksesan, dan kebahagiaan dalam hidup. Namun, untuk mencapai hal itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak faktor yang bisa menghambat usaha anda dalam meraih kekayaan, kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut.

Mental block

Mental block adalah sebagai suatu cara berpikir dan berperasaan yang terbelenggu oleh bayangan-bayangan yang sesungguhnya hanya membuat seseorang menjadi terhambat dalam melangkah menuju garis kesuksesan. Mental block merupakan sebuah program pikiran yang bersifat menghalangi proses pencapaian impian, harapan, dan keinginan.

Apakah aku bisa membuka usaha baru?

Mana mungkin aku diterima di perusahaan sebesar itu.

Anak dan istriku mau makan apa kalau usahaku bangkrut?

Mental block menyebabkan Anda menghindar atau menolak untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik karena takut gagal, malu, gengsi, atau rendah diri. Jika perasaan-perasaan seperti itu anda pupuk terus-menerus, anda tidak akan pernah mau maju dan kesuksesan pun mustahil dapat anda raih..

 

Menghancurkan-mental-block Asep Lukman

Jika anda Terbelenggu oleh mental block, anda cenderung menyalahkan orang lain atau keadaan saat Anda mengalami kegagalan. Selain itu, anda juga selalu menghindar atau menolak dari suatu tanggung jawab, malas dan Gengsi untuk melakukan suatu perubahan, suka menunda-nunda pekerjaan, serta selalu mencari pembenaran terhadap segala tindakan yang Anda lakukan.

Sekarang, apa yang harus anda lakukan untuk mengatasi mental block tersebut?

Berikut ini adalah hal-hal yang harus anda lakukan untuk mengatasi mental block dalam diri anda:

  1. Kenali diri sendiri

Kenalilah diri sendiri agar anda dapat memahami hal-hal sukai dan yang tidak Anda sukai, sehingga Anda mengetahui pikiran-pikiran yang bisa menghambat langkah anda dalam meraih kesuksesan. Anda sendiri dapat memahami hal itu bukan orang lain.

  1. Kurangi beban masa lalu

Anda hidup di masa sekarang, namun terkadang Anda masih terjerat dalam kenangan masa lalu. Bahkan, anda sering menyesali peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi. Akibatnya, anda dikuasai oleh perasaan khawatir terhadap pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan di masa lalu.

Jika anda tidak mampu melepaskan diri dari pengalaman masa lalu yang kelam, anda tidak akan bisa maju. Oleh karena itu, kurangilah beban di masa lalu supaya Anda tidak kehabisan energi. Lebih baik, gunakan energi anda untuk mengejar impian dan cita-cita anda.

  1. Belajarlah menerima diri sendiri dan orang lain

Kunci utama untuk mengatasi mental block adalah komunikasi. Kesulitan komunikasi dikarenakan Anda sulit menerima diri sendiri dan orang lain. Anda akan merasa kesulitan dalam komunikasi jika tidak terbuka dengan orang lain. Kemampuan untuk menerima orang lain akan membuat anda menjadi lebih terbuka. Dengan mengakui adanya karakter yang berbeda, anda bisa melepaskan mental block dan membangun keberanian untuk menghadapi berbagai persoalan hidup.

  1. Jujur kepada siapapun yang anda percayai

Kejujuran merupakan faktor penting dalam komunikasi. Mengakui dengan jujur mengenai sesuatu yang paling Anda senangi atau paling Anda inginkan dalam kehidupan ini akan sangat membantu anda dalam mewujudkan keinginan tersebut. Namun, anda tidak boleh menceritakan hal tersebut kepada sembarangan orang. Sebab, tidak semua orang akan memberikan tanggapan positif terhadap anda.

Jika tanggapan negatif lebih sering Anda terima, anda justru menjadi ragu-ragu terhadap potensi dan kemampuan anda. Bisa jadi, anda menyerah dan tidak berusaha merealisasikan keinginan Anda tersebut. Oleh karena itu, ceritakan keinginan yang paling Anda ingin wujudkan. Dalam hidup anda kepada orang yang benar-benar anda percayai. Tanggapan positif yang anda dapatkan dari mereka dapat membebaskan diri Anda dari mental block yang membelenggu Anda selama ini.

Setelah anda terbebas dari mental block, pola pikir dan perilaku Anda berubah. Anda menjadi optimis dan berusaha untuk menggapai kekayaan, kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup dengan maksimal. Pertahankan kondisi ini supaya Anda tetap konsisten. Berusaha mencapai tujuan hidup dan tidak mengalami stagnasi lagi.

Disadur dari buku : Magnet rezeki ( Mahardika Wiratama )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *