Asep Lukman Pakar Konsultan dan Pembicara Digital Marketing

Cianjur Manjur Mulai di Tata Kembali Pasca Pandemi ( Part 1 )

0

Cianjur manjur, begitulah motto pemerintahan Kabupaten Cianjur saat ini yang di pimpin oleh H Herman Suherman, yang mana sebelumnya pernah di dengung-dengungkan dengan motto Cianjur Jago pada masa pemerintahan Irvan Rivano Muchtar.

Namun karena tersangkut kasus korupsi yang sempat mengegerkan warga masyarakat Cianjur, sehingga muncul gerakan 1000 kastrol yang saat itu di gagas oleh Ustad Umar Burhanuddin Pimpinan Pondok Pesantren dan Majelis Taklim At-Taqwa Cikidang.

Herman Suherman di daulat menjadi Bupati Cianjur setelah menang dalam kontestasi politik lima tahunan pilkada yang di gelar bulan Desember 2020, yang pada saat itu Herman Suherman didampingi oleh TB Mulyana Syahrudin, dengan Motto BHS-M Manjur.

Pada saat kampanye kata BHS-M Manjur adalah kepanjangan dari Bapak Herman Suherman dan Mulyana Membangun Cianjur, kenapa harus dengan menggunakan kata membangun Cianjur, apakah oleh pemerintahan sebelumnya Cianjur tidak di bangun.

Tentunya ini adalah strategy politik yang di bangun oleh team pemenangan BHS-M dalam menarik simpati dan dukungan dari masyarakat Cianjur untuk dapat memilih pasangan BHS-M dengan nomor urut 3 pada saat pesta demokrasi tersebut.

Cianjur Manjur Mulai di Tata Kembali Pasca Pandemi ( Part 1 )

Sebagaimana kita ketahui bahwa dari mulai tahun 2019 sampai dengan saat ini 2022, kita masih dilanda dengan adanya pandemi covid-19, menggunakan akhiran angka 19 adalah mengingatkan bahwa covid ini muncul pada tahun 2019 yang di awali dari sebuah kota di China yang dikenal dengan kota Wuhan.

Berbagai strategy pemerintah dilakukan untuk menghidari korban jiwa dari ganasnya virus covid-19 ini, dari mulai varian alfa, varian delta dan varian omicron, dan disinyalir masih akan ada lagi varian-varian yang lainnya pada masa yang akan datang, namun secara dampak akan sangat kecil di rasakan oleh yang terkena dampaknya.

Covid ini memaksa pemerintah mengeluarkan sebuah kebijakan yang 100 tahuan sebelumnya kebijakan ini belum pernah di lakukan di Indonesia yaitu lockdown, yaitu peraturan pemerintah yang meminta masyarakat untuk diam di rumahnya masing-masing dan tidak melakukan aktifitas berkumpul satu dengan yang lainnya.

Namun dengan lockdown ini masyarakat wajib di sejahterakan kebutuhannya oleh pemerintah dengan cara mencukupi semua kebutuhan rakyat pada saat itu sampai dengan waktu kapan di putuskannya berakhir masa lockdown, biasanya penerapan lockdown dari mulai 7 hari sampai dengan 14 hari.

Pemerintah Indonesia sendiri tidak mengenal istilah lockdown, maka dilakukan hal yang hampir serupa dengan lockdown yaitu PPKM, PPKM sendiri adalah singkatan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. artinya masyarakat masih boleh berkegiatan namun ada aturan pembatasannya.

PPKM sendiri memiliki beberapa level atau tingkatan dari mulai PPKM level 1 sampai dengan level 4, semakin tinggai levelnya maka semakin berbahaya daerah tersebut, dan semakin rendah level PPKM nya maka semakin aman daerah yang menerapkan PPKM di wilayahnya.

Hal ini juga membuat pemerintah harus mengeluarkan budget untuk melindungi warga kurang mampu yang terkena dampak dari PPKM itu sendiri, maka di gulirkanlah berbagai bantuan, dari mulai banuan sembako, bantuan UMKM, bantuan pangan sampai dengan bantuan keuangan selain dari bantuan yang selama ini sudah berjalan seperti PKH atau BPNT.

Artinya dengan adanya PPKM dimasa pandemi covid-19 ini memaksa pemerintah untuk memfokuskan setiap kegiatan kepada penyelamatan nyawa masyarakat di bandingkan dengan pembangunan di daerahnya masing-masing, termasuk dengan janji-janji dari pemerintah Kabupaten Cianjur yang di pimpin oleh Bupari Cianjur Herman Suherman.

Dalam laman sosial medianya Bupati Cianjur pernah mengatakan bahwa anggaran pemerintah dari pusat untuk Cianjur selama tahun 2021 saja mendapatkan potongan sebesar 150 Milyar, keadaan tersebut akan memaksa pemerintah Cianjur untuk menahan diri dari membangun infrastruktur yang ada di wilayahnya sesuai dengan janji politik.

Janji politik Bupati Cianjur Herman Suherman ada 5 point, diantaranya adalah :

  1. Pembangunan 1000 kobong pesantren
  2. Pemberdayaan 1000 UMKM
  3. 1000 KM jalan beton untuk jalan kabupaten
  4. 1000 Kampung caang Cianjur
  5. Pemberdayaan 1000 hektar pertanian

Tentunya janji politik ini sudah di hitung secara matang, dalam kondisi normal, atau tidak pernah membayangkan bahwa covid-19 ini akan berlangsung lama, sehingga ke-5 janji politik ini menjadi janji yang di anggap oleh banyak masyarakat Cianjur hanyalah lip service pada saat kampanye saja.

Saya sendiri mengenal H, Herman Suherman sejak tahun 2006 pada saat masih dilaksanakannya Training ESQ di Kabupaten Cianjur berupa Training In House untuk jajaran pegawai pemerintahan di Pemda Cianjur ataupun Training ESQ Publik yang di ikuti oleh siapa saja warga Cianjur yang ingin mengikutinya.

Beliau mendengungkan motto Cianjur Manjur tentunya bukan tanpa alasan, saya berpikir ada niatan tulus dan ikhlas disana dari diri Pak Haji Herman sebagai putra daerah dan lama menjabat sebagai birokrasi di pemerintahan Kabupaten Cianjur untuk membangun Cianjur menjadi lebih baik lagi.

Dengan adanya covid-19 ini menjadi tolok ukur bagi pemimpin yang hanya pandai berjanji saja dengan pemimpin yang tahu apa yang harus dilakukan disaat-saat terburuk dalam pemerintahannya untuk menyelematkan banyak nyawa warganya.

Saya sendiri mendapatkan informasi bahwa di masa pendemi ini, pencapaian PAD Kabupaten Cianjur yang tahun sebelumnya adalah 600 Milyar dan ditahun masa pemerintahannya yang pertama dari Pak Haji Herman ini mampu melampui target yaitu menjadi 750 Milyar rupiah.

Dalam masa awal pemerintahannya Bupati Cianjur H Herman Suherman mencetuskan 100 hari program kerja Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, meskipun tidak ada ketentuan dalam konstitusi untuk melaksanakan itu, namun hal ini di lakukan untuk mengecek kemampuan kepemimpinan seorang BHS selama 100 hari dalam menata pembangunan di Kabupaten Cianjur.

Apa saja program 100 Hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Cianjur ?

Akan saya bahasa dalam paparan kedua dari tulisan ini.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.