Asep Lukman Pakar Konsultan dan Pembicara Digital Marketing

Dilema Umat Islam Dalam Politik di Indonesia

0

Tahapan menghancurkan umat islam dalam ranah politik ( kekuasaan )

Tahapan ini dilakukan agar umat islam tidak pernah berkuasa dan ini didorong dengan berbagai cara agar hal ini menjadikan umat islam tabu dalam perpolitikan di dalam negeri

1. Umat islam di jaman belanda di katakan harus profesional urusan dagang, urusan pemerintahan, urusan rempah-rempah cukup belanda yang mengatur karena tahu ilmunya, sedangkan ulama, kyai cukup ngurus masjid, langgar, mushola dan majelis taklim sesuai dengan profesi dan keilmuannya, padahal dalam islam mencakup semau hal termasuk urusan dagang dan pemerintahan, karena islam kuat ketika bisa menegakan aturan dalam pemerintah, dan islam menyebar dari perdagangan.

2. isu islam radikal/radikul diciptakan untuk mengkategorisasikan apabila ada umat islam yang bergerak untuk menegakan ajaran islam di Indonesia akan di cap radikal dan akan menjadi musuh bersama, maka umat islam yang berbicara tentang penegakan syariat islam akan di kaitkan dengan teroris, isis, dan berbagai stigma lainnya yang buruk terhadap mereka, sehingga akhirnya tujuan meraka tercapai umat islam yang melawan maka mereka akan berakhir di penjara atau hilang tanpa bekas.

3. Politik Identitas, ketika keinginan umat islam untuk menguasai pemerintahan semakin kuat dengan adanya pileg, pilpres, pilkada, pilgub, pilkot ddl untuk menegakan perda undang-undang syariah, maka untuk membuat bias pergerakan umat islam di indonesia dalam merebut pemerintahan, dan setelah kekalahan ahok di jakarta maka isu politik identitas ini di munculkan, agar umat islam yang mengerakan jaringannya tidak berkembang, karena takut dengan stigma politik identitas yang sampai saat ini definisi akan politik identitas belum tuntas dan masih abu-abu dan mengambang, karena memang tujuannya adalah untuk menghentikan pergerakan umat islam dalam menduduki kekuasaan untuk menegakan aturan islam dengan perda atau dengan undang-undang.

Dilema Umat Islam Dalam Politik di Indonesia Asep Lukman

Kedapan ketika politik identitas ini tidak berhasil menghalau umat islam dari kerumunan politik 5 tahunan di tiap tingkatan, maka akan ada lagi isu lainnya agar umat islam ini tidak bergerak untuk mencapai kekuasaan, cukup umat islam hanya menjadi penyumbang suara bagi orang-orang politik selain berbasis islam dan umat islam akan menjadi kambing hitam ketika ada pergerakan islam dan umat islam hanya akan menjadi penonton dan menjadi korban politik orang-orang yang tidak mengenal islam.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.