Asep Lukman Pakar Digital Marketing, Blogging, Pembicara Motivasi dan Entrepreneurship

Jualan Adalah Solusi Pengangguran Baru Masa Kini

9 dari 10 pintu rezeki di hasilkan dari jualan atau berdagang

1

Pengangguran sudah menjadi masalah bersama bagi pemerintah Indonesia, baik dalam skala provinsi, ataupun kabupaten kota. Karena setiap tahun akan muncul banyak sekali lulusan kuliah ataupun SMA/SMK dan sederajat yang tidak melanjutkan pendidikan dan lebih memilih untuk bekerja.

Namun ternyata lapangan pekerjaan yang tersedia setiap tahunnya tidak lebih besar daripada lulusan sekolah dan kampus yang menunggu lowongan kerja tersebut. Maka hal ini menjadi masalah yang serius bagi kita bersama.

Apabila kita berpikir bahwa sesungguhnya bukanlah pekerjaan yang lulusan baru ini inginkan, namun bagaimana mencari jalan untuk mendapatkan uang, yang mereka pikirkan untuk mencari uang adalah dengan cara bekerja.

Padahal masih banyak hal-hal yang lain selain bekerja yang bisa menghasilkan uang. Salah satunya adalah dengan cara jualan, karena berdagang atau jualan saat ini lebih mudah dibandingkan jaman-jaman sebelumnya.

Cukup dengan memiliki HP dan melakukan searching dan sedikit ilmu digital marketing yang terfokus, maksudnya kita mau jualan di platform yang mana akan kita jadikan sebagai sumber penghasilan, maka kita bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah dari HP kita saja.

Meskipun diawal-awal mungkin kita akan mendapatkan pemasukan yang tidak langsung besar, seperti besaran UMR atau UMK namun kita bisa menentukan mau berapa besaran yang akan kita dapatkan dalam sebulan, seminggu atau sehari kita berjualan tergantung kepada kita.

Jualan Adalah Solusi Pengangguran Baru Masa Kini Asep Lukman

Semakin besar profit dagang yang kita inginkan, maka tentunya harus memperbanyak produk yang dijual, memperbesar pelanggan yang membeli dan juga memperluas jangkauan target market yang kita sasar untuk jualan produk yang kita miliki.

Atau kita bisa saja melihat sekeliling kita, apa yang di butuhkan orang-orang di lingkungan kita, baik lingkungan RT, RW, Desa kita. Salah satu contohnya adalah menjadi agent gas, agent sembako atau menjadi agen pulsa dilingkungan kita. Atau malah kita membuka grosir segala macam produk yang bisa dijual kembali oleh warung-warung disekitar kita.

Salah satu contoh yang real dilakukan oleh tetangga saya sendiri di kampung, katan saja namanya rizal, dia memiliki motor tua, dan mendapatkan sedikit keberuntungan dengan mendapatkan bantuan dari pemerintah sebesar 1.200.000 dari pemerintah karena mendaftar program prakerja.

Uang tersebut dia gunakan untuk membuat rak mobile yang bisa dinaikan di belakang motornya dan sisanya dijadikan modal untuk membeli sayuran di pasar, dan selebihnya untuk cadangan modal, jadi uang yang dia peroleh digunakan menjadi 3 bagian.

Setelah itu setiap jam 9 malam dia akan berangkat ke pasar grosir tradisional yang terbesar di kota kami dan akan pulang jam 4 sebelum sholat shubuh, dan tentunya sebelum adzan berkumandang dia akan tidur terlebih dahulu dan setelah shubuh akan kembali dilanjutkan tidurnya.

Saya kepo kepada Rizal berapa profit yang dia dapatkan setiap harinya dari jualan sayur keliling dengan menggunakan motor, dan nilainya sungguh mencengangkan, Rizal mengatakan bahwa pendapatannya bisa mencapai 100.000 sampai 130.000 keuntungan bersih setiap harinya dari jualan sayuran, dari mulai pagi sampai jam 12 siang.

Setelah selesai berjualan dia akan membawa barang dagangan yang tidak laku untuk dijadikan konsumsi pribadi bersama dengan keluarganya dan sisanya akan dibagikan kepada tetangga yang membutuhkan, setiap hari dari keuntungan tersebut tidak dia habiskan seluruhnya, 40% dari pendapatnnya Rizal tabungkan untuk masa depan, karena Rizal belum menikah.

Hal-hal yang sepele ini tentunya kalau ditekuni akan mendapakan pendapatan yang lebih besar dari orang yang bekerja di pabrikan, karena gajih UMK/UMR tentunya belum termasuk makan minum dan ongkos, mungkin setiap bulannya tidak akan bersisa kalau memang gaya hidup tidak bisa di rem.

Jadi intinya, bahwa banyak peluang disekeliling kita untuk dapat mendapatkan uang, dibandingkan harus dengan mengeluh dan menyalahkan siapapun karena menganggur, tapi bukalah mata dan telinga, dimana ada masalah maka disana ada peluang yang menanti kita untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Yang paling penting harus dimiliki oleh lulusan baru SMK/SMA dan lulusan perkuliahan adalah mindset entrepreneurship, dan keyakinan kepada Allah bahwa rezeki berupa uang bukan hanya bisa didapatkan dari bekerja saja, tapi bisa dari berbagai jalan salah satunya adalah berdagang.

Bahkan Rasululloh SAW mengatakan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki ada dalam perniagaan/berdagang, hanya terkadang generasi muda lulusan baru akan malu ketika harus berdagang dan tidak malu meniti karir bisnis dari berdagang dan berhubungan langsung dengan masyarakat banyak.

Inginnya langsung kerja diperkantoran yang teduh dan berAC, menggunakan seragam yang keren, pergaulan yang luas, berangkat jam 7 dan pulang jam 5 setiap sabtu minggu bisa libur berkumpul dengan orang-orang terdekat, namun tidak semua orang akan mendapatkan peluang tersebut, tergantung dari perusahaan mencari pekerja yang memiliki kualifikasi khusus dan karakter khusus untuk bisa bergabung dalam perusahaannya.

1 Comment
  1. […] Generasi muda Cianjur ini harus memiliki salah satu karakter atau jiwa didalam diri mereka untuk mereka bisa survive di masa depan, yaitu jiwa dan mental entreupreneurship, yaitu memiliki jiwa sebagai seorang wirausahawan, yang bisa menangkap peluang, mencari peluang atau malah menciptakan peluang setiap saat. […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.