Kisah Balon Hitam dan Anak berkulit Hitam

Training Publik Speaking Seminar 0821-1177-8165-Asep-Lukman
Training Publik Speaking Di Majalengka
15/08/2018
Training Publik Speaking Seminar 0821-1177-8165-Asep-Lukman
Training Publik Speaking Di Subang
29/08/2018

Kisah Balon Hitam dan Anak berkulit Hitam

Kisah Hikmah dan Motivasi Tentang Balon Hitam Asep Lukman

Kisah Hikmah dan Motivasi Tentang Balon Hitam

Suatu hari, ada seorang anak berkulit hitam duduk melamun di sudut taman. Ia tampak menyaksikan anak-anak kulit putih sedang asyik bermain balon hidrogen.

Mereka mengikat balon berwarna-warni itu menjadi satu, lalu menerbangkannya ke angkasa

Saat anak-anak kulit putih itu berjalan semakin jauh, bocah kulit hitam itu berjalan dengan murung ke kakek penjual balon dan berkata, “Kek, saya mau beli balon hitam.

Kakek itu mengerutkan kening lalu berkata, “Maaf nak, kakek tidak punya balon hitam.”

Bocah kulit hitam itu merasa kecewa. Namun, si kakek berkata lagi, “Kamu tunggu sebentar ya nak, kakek akan mewarnai satu balon hitam untukmu.”

Beberapa menit kemudian, bocah itu mengambil balon hitam dan mengikatnya dengan seutas tali. Seketika bocah itu tersenyum senang melihat balon hitam bisa terbang ke angkasa seperti balon warna-warni lainnya.

Kisah Hikmah dan Motivasi Tentang Balon Hitam Asep Lukman

“Ternyata balon hitam juga bisa terbang tinggi!” serunya sambil tersenyum ceria.

Mendengar itu, kakek penjual balon tersenyum dan berkata, “Nak, kamu harus ingat balon bisa terbang tinggi bukan karena penampilannya atau warnanya. TAPI KARENA ISINYA.

Hari itu, si bocah memahami bahwa bukan kulit hitam atau kulit putih, rambut ikal atau pirang, orang kaya atau miskin, yang membuat seseorang menjadi berharga.

Tapi lebih kepada kapasitas dan kompetensi diri kita masing-masing. Ya, keberhasilan seseorang meraih apa yang diinginkan bukan karena penampilan, warna, dan dari mana ia berasal. Tapi lebih kepada KEPERCAYAAN DIRI dan KERJA KERAS dalam PERJUANGAN.

Hikmah Kisah Balon Hitam

Pelajaran yang bisa kita ambil adalah, bukan berasal dari mana kita datang, namun hendak kemana kita akan menuju, kesuksesan hidup tidak ditentukan dari warna kulit, tidak di tentukan dari mana dia berasal, dari golongan keluarga mana dia berada, namun lebih kepada kekuatan tekad dan cita-cita untuk merubah nasib yang akan kita perjuangkan.

Kita tidak bisa merubah arah angin, namun kita bisa merubah arah sayap,

Kitalah yang berkehendak atas diri kita sendiri, dan jangan biarkan orang lain menentukan diri kita, yang kita sendiri tahu dan faham apa yang mereka harapkan itu bukan apa yang kita inginkan.

Jalani hidup dengan sebuah tujuan yang pasti, pegang erat cita-cita dan harapan itu, karena disanalah kita akan menemukan kebahagiaan kita, nikmati prosesnya, proses yang mungkin saja membuat kita akan putus asa, membuat kita lelah, yang membuat kita mungkin hampir putus asa, namun yakinlah apabila kita sampai kepada tujuan yang kita cita-citakan, rasa lelah, letih cape, cucuran keringat dan mungkin darah dan air mata, semua akan sirna, semua akan lenyap karena kita sudah sampai pada tujuan yang kita cita-citakan.

Yakinlah bahwa kita tidak bisa menggantungkan harapan dan cita-cita kita kepada orang lain, kepada ayah ibu kita, kepada saudara-saudara kita, kepada keluarga kita, bahkan kepada pendidikan dan Negara sekalipun, kitalah yang memutuskan akan menjadi apa kita selanjutnya.

Tetaplah menatap garis finish yang mungkin samar-samar timbul tenggelam, namun yakinlah bahwa di ujung sana ada garis finish yang bisa kita tempuh, berpikir untuk berhenti di tengah jalan, atau merubah tujuan bukan sebuah keputusan yang benar, namun meneruskan setiap langkah demi langkah yang bisa kita lakukan yang harus selalu kita jalankan.

Apabila untuk menuju tujuan kita itu, tidak bisa dengan berlari, maka cukup dengan berjalan saja, namun tetap pada tujuan inti, mencapai garis finish yang telah kita cita-citakan.

Apabila kita lahir dalam keadaan miskin, itu bukan salah kita, namun apabila kita mati dalam keadaan miskin itu adalah kesalahan terbesar kita.

Manusia diberikan karunia akal, karena dengan akallah kita dapat membedakan diri menjadi makhuk yang terhormat diantara makhluk-makhluk Tuhan lainnya. Dengan akallah kita mampu membangun peradaban, dengan akallah kita mampu membuat keajaiban, dengan akallah kita mampu membuat perubahan, karena kita adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna di ciptakan.

Inilah sepenggal kisah Hikmah dan Motivasi tentang balon hitam, karena sesungguhnya bukan harus memilih balon hitam karena kita berkulit hitam, namun carilah balon yang bisa terbang dan membuat hati kita bahagia dan senang.

Asep Lukman
Asep Lukman
Asep Lukman Seorang Pembicara Seminar Motivasi, Praktisi Digital Marketing dan Blogger.

5 Comments

  1. Menginspirasi Kang, percaya sama kekuatan diri sendiri. Dan fokus sama tujuan ya kang. hehe

  2. Okti Li says:

    Tak bisa berlari cukup dengan ngesot saja, berkat keyakinan akhirnya kami sampai Di puncak gunung yg dituju. Padahal di basecamp banyak yg meragukan, buibu dengan anak balita naik gunung? Bisa apa…

    Dan sekarang keragun mereka telak terbantahkan…

  3. farida says:

    wah makjleb ceritanya. thx for sharing 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *