Mengikuti Pengajian Ustad Evi Effendi Bersama Bandung Makuta

Training Publik Speaking Seminar 0821-1177-8165-Asep-Lukman
Training Publik Speaking Di Indramayu
15/06/2018
Training Publik Speaking Seminar 0821-1177-8165-Asep-Lukman
Training Publik Speaking Di Cimahi
30/06/2018

Mengikuti Pengajian Ustad Evi Effendi Bersama Bandung Makuta

Pengajian-Ustad-Evi-Effendi,-Asep-Lukman-0821-1177-8165

Pengajian Ustad Evi Effendi Bersama Bandung Makuta

Pengajian Ustad Evie Effendi – Hari selasa ini adalah hari yang spesial bagi saya dari team dshadel karena di usianya yang baru saja berumur 2 bulan, sudah mendapatkan undangan untuk membuka stand penjualan produk hijab di pengajian ustad Evi Effendi yang menjadi penceramah kondang yang paling di gandrungi oleh masyarakat dan kawula muda Bandung, karena gaya penyampaiannya yang ringan, candaan khas sunda dan pembahasan islam yang mendalam, sehingga tidak heran apabila di setiap pengajian yang di dalamnya ada ustad Evi Effendi pastinya akan banjir dengan jamaah yang ingin mendengarkan tausiyah-tausiyahnya.

Pengajian Ustad Evi Effendi Asep Lukman 0821-1177-8165Pengajian Ustad Evi Effendi yang diselenggarakan oleh Masjid Al Murabbi Sentrasari Bandung ini, bekerja sama dengan Bandung Makuta dan kami dari dshadel adalah undangan untuk sponsorship bagi terselenggaranya acara tersebut, dan jamaahnya sangat banyak sekali baik itu di lantai satu ataupun di lantai dua, semuanya penuh sesak, acara pengajian yang di seyogyanya akan di selenggarakan jam 16.45 sampai dengan maghrib ternyata sudah dinanti-nantikan oleh jamaah dari seluruh bandung sejak jam 2 siang, mereka rela menunggu hanya untuk mendapatkan siraman rohani dari ustad Evi Effendi ini.

Gaya ceramahnya yang ringan kekinian banget dan sesuai dengan segmentaasi anak-anak muda yang ingin hijrah secara totalitas di dalam islam di bulan ramadhan ini, mengundak gelak tawa, senyum dan kesedihan saat ustad evi menceritakan tentang kisah nabi Muhammad SAW, saat sakit dan menjelang ajalnya beliau, Ustad Koboi yang di sematkan kepada ustad Evi Effendi ini saat menceritakan kisah bagaimana Rasulullah saat sakit dan mengumpulkan para sahabatnya di masjid Nabawi dan berkata :

“Wahai sahabatku, Siapa diantara kalian yang pernah aku sakiti ?, silahkan balas saat ini juga kepadaku “

Saat itu tidak ada seorangpun yang berani menatap wajah rasulullah, semuanya tertunduk menangis, karena mereka faham, bahwa mungkin Rasulullah sudah tidak akan lama lagi untuk menemani mereka, mengajarkan mereka tentang islam. Namun tiba-tiba diantara tangisan para sahabat ada satu suara yang berkata : “Aku Wahai Rasulullah, Aku Ukasah pernah terkena tongkatmu ketika berbaris dalam suatu peperangan bersama dengan engkau.”

Maka sontak saja pada saat itu para sahabat semunya berdiri, dan Umarpun berkata kepada Ukasah, “wahai ukasah tidakah engkau melihat bagaimana dengan Rasulullah saat ini, apabila engkau tetap memaksa untuk membalaskan rasa sakitmu itu, biarkan aku menggantikan Rasulullah.” bukan saja umar yang berkata demikian, namun juga, Abu Bakar yang merupakah shahabat karibnya sejak di Mekkah dan sekaligus sebagai mertua dari Rasulullah, begitupun menantunya, Usman dan juga Ali KW serta kedua anaknya beliau yang merupakan cucu dari Rasulullah yaitu Hasan dan Husein.

Baca Juga : Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 2018

Rasulullah berkata kepada orang-orang yang ingin membelanya dan berkata : “wahai Umar, Abu Bakar, Usman, Ali dan kedua cucuku Hasan dan Husein, kalian tahu dimana tempat duduk kalian”, Artinya Rasulullah meminta kepada para sahabat dan cucunya ini untuk kembali duduk dan tenang, agar Rasulullah dapat menyelesaikan perkaranya dengan Ukasah.

Rasulullah tersenyum menatap ukasah yang berdiri dan tertunduk sambil berkata : “Wahai Bilal, tolong ambilkan tongkatku, maka Bilal sambil menangis masuk ke dalam rumah Rasulullah yang berdampingan dengan masjid Nabawi tempat dimana Rasulullah dan Para Sahabatnya sedang berkumpul, lalu bilal pun sudah kembali kehadapan Rasulullah dengan menggenggam tongkatnya.

Semua sahabat yang menyaksikan Bilal datang dengan membawa tongkat, sudah mengerti apa yang akan terjadi di hadapan mereka, yang akan menimpa kekasihnya yaitu Rasulullah SAW. semua menahan tangis, tidak sanggup menyaksikan bagaimana tubuh Rasulullah akan di pukul di hadapan mereka, semua sahabat sangat teriris hatinya, bagaimana hal itu akan terjadi.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *