Let’s travel together.

Mukesh Jagtiani Mantan Sopir taksi Yang Sukses

0

Mukesh Jagtiani Mantan Sopir Taksi Sukses yang berkali-kali Gagal dan Jatuh

Mukesh Jagtiani Mantan Sopir Taksi Sukses yang berkali-kali Gagal dan Jatuh ini, baru dinobatkan sebagai salah satu pengusaha terkaya di daerah teluk Arab. Walau tinggal di Kuwait, ia berasal dari India. Pria kelahiran 15 Agustus 1952 ini adalah pemilik Landmark Group yang bergerak di bidang ritel. Harta kekayaan ditaksir mencapai US$2,8 miliar (Rp 25 Triliun).

Mukesh muda tergolong nakal. Ia disekolahkan di sekolah akutansi di London. Namun, uang kuliahnya malah dihambur-hamburkan dan digunakan untuk mabuk-mabukan. Akhirnya, ia gagal menyelesaikan pendidikannya di London. Akan pulang ke keluarganya di Kuwait, ia malu. Ia pun memutuskan tetap menetap di London. Demi mencari uang, ia menjaid sopir taksi dan rela melakukan apa saja agar bisa makan serta rela tinggal di mana saja.

Saat memutuskan kembali ke Kuwait, banyak berita sedih mendatanginya. Berturut-turut kakaknya meninggal karena leukemia, beberapa bulan kemudian disusul ayahnya meninggal karena diabetes. Tidak beberapa lama kemudian, ibunya meninggal karena kanker. Saat menjadi yatim piatu, Mukesh baru berumur 21 tahun. Sebatang kara di Kuwait, tanpa ada pekerjaan dan pendidikan, mendorong Mukesh muda memutuskan kembali ke kampung halaman di India. Peninggalan orang tuanya hanya uang sekitar US$6000.

Mukesh Jagtiani Mantan Sopir Taksi Sukses yang berkali-kali Gagal dan Jatuh

Dari kegalauan diterpa banyak kesedihan, Mukesh pergi ke Bahrain karena dapat tawaran dari saudaranya untuk menyewa toko di sana. Ia melanjutkan toko yang sebelumnya disewa oleh saudaranya. Ia membuka toko perlengkapan bayi pertama kalinya itu pada tahun 1973 dengan nama Babyshop. Inilah cikal bakal yang membawa dia menjadi pengusaha kaya dari sektor ritel dan diakui di dunia dalam Korporasi Landmark Group yang kini berbasis di Dubai.

Toko pertamanya itu menyediakan segala kebutuhan bayi bagi para keluarga ekspatriat di Bahrain. Mukesh sendiri yang turun tangan dalam mengelola toko. Awalnya, ia tidak mempunyai karyawan sama sekali. Ia pemilik sekaligus karyawan yang membersihkan toko, membuka toko, melayani pelanggan, dan menutup toko.

Menurut Mukesh, ritel bukanlah ilmu roket yang melesat cepat. Mukesh mengatakan bahwa “Mengelola bisnis ritel seperti seorang ibu yang baru punya bayi, bekerja 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu.” Perkataan ini menunjukkan betapa kerasnya ia bekerja dan mengelola usahanya ketika pertama kali berdiri.

Pelan tapi pasti, ia melebarkan sayapnya. Sasarannya sekarang adalah para imigran dari India dan Pakistan. Ia pun mulai mempekerjakan satu orang staf untuk membantunya. Dari sisi promosi , ia meletakkan kereta dorong bayi di atas tokonya. Mukesh terus kreatif memasarkan tokonya agar ramai dikunjungi pembeli, walau ia tidak punya pengalaman tentang pemasaran.

Berkat kreativitasnya, saat ini, Mukesh dibawah bendera Landmark Group telah memiliki jaringan 900 toko di 15 Negara. Karyawan mencapai 31.000 orang. Ia sendiri dinobatkan sebagai orang terkaya kawasan Teluk dengan kekayaan mencapai US$2,8 miliar atau sekitar Rp25 Triliun. Dilihat dari modal awal sebesar US$6000 hingga menjadi US$2,8 miliar dalam waktu 37 tahun, sungguh merupakan prestasi yang sangat mengagumkan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.